RSS

Tuesday, October 9, 2012

Album Biru


Kisah-kisah usang penuh kenangan
Tersusun rapi dalam selipan-selipan di album biru
Menunggu diingat saat senja
Sebagai simbol kebahagiaan yang pernah ada
(Solo, 9 Oktober 2012)

Peran Musik dalam Pendidikan



No music no dream, sebuah pesan dalam film Jepang yang menceritakan tentang musik bergenre underground, Death Metal. Pesan ini memaparkan bahwa musik dan liriknya menyodorkan mimpi kepada pendengar. Bahkan, musik kini dijadikan sebagai tehnik pengajaran yang memotivasi. Upaya penggunaan musik dalam dunia pendidikan ini mendapat respon positif  terbukti dari beberapa judul riset yang menggunakan musik dalam pembelajaran.
Musik sebagai alat motivasi
Motivasi adalah sesuatu yang memberi dorongan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam dunia pendidikan, musik digunakan oleh guru sebagai motivasi ekstrinsik yang dapat membuat siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar. Musik memberikan warna bahagia bagi siswa yang membuat mereka tidak merasa tegang dalam kelas. Menggunakan musik sebagai motivasi dapat dilakukan guru dengan mendengarkan musik kepada siswa  ketika mengerjakan soal atau bernyanyi bersama.

Thursday, August 23, 2012

Guru dan Kemajuan Bangsa


Guru adalah pembuka peradaban yang berperan besar membangun sumber daya berkualitas. Mendidik, membimbing dan mengarahkan sehingga manusia menjadi manusia seutuhnya. Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan yaitu memanusiakan manusia. Guru juga menjadi kompas utama petunjuk arah menuju kemajuan. Oleh karena itu, guru adalah mahluk bijaksana yang dihormati dan disegani.
            Semakin maju zaman semakin maju pula pola pikir manusia. Tentu saja kemajuan ini tak terlepas dari guru meskipun ada teori mengatakan guru bukanlah faktor utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Namun, guru tetap faktor yang tak bisa dipisahkan dari pengembangan ilmu pengetahuan. Hal ini terungkap jelas dari sejarah terbentuknya negara maju seperti Amerika, Jepang, Inggris dan bangsa-bangsa terdepan lainnya.
            Ada sebuah cerita tentang negara superpower Asia, Jepang. Ketika Hirosima dan Nagasaki hancur terkena bom atom, hal yang dilakukan Kaisar Jepang adalah menanyakan berapa guru yang tersisa. Hal ini dikarenakan awal kebangkitan Jepang berasal dari seorang guru. Guru yang memberikan Aufklarung atau pencerahan kepada pemuda Jepang sehingga menjadi penggiat belajar dan awal revolusi ilmu di negeri Sakura ini.
Guru dikenal di Jepang pada Era Meiji dengan istilah sensei. Saat bangsa-bangsa Barat memasuki dan mengintervensi Jepang munculah seorang guru muda Yoshida Shoin. Yoshida Shoin adalah invisible teacher.  Pengaruhnya yang singkat namun luar biasa melahirkan tokoh-tokoh pembangun peradaban Jepang pada masa Restorasi Meiji (Eko Laksono, Imperium III, 2009). Yoshida adalah pemuda yang mempunyai Nasionalis tinggi terhadap bangsanya. Ia tidak suka dengan Barat. Tapi, keingintahuan yang tinggi dan semangat mendapat ilmu membuatnya nekat menyelinap kekapal milik Barat. Meskipun akhirnya berakhir d penjara. Setelah bebas dari masa tahanan, Yoshida meneruskan sekolahnya dan mengajarkan kepada murid-muridnya untuk tidak menutup diri dan mulai belajar dari orang-orang Barat. Pada umur 28 tahun, Yoshida dihukum mati.  Namun, Yoshida telah memberi perubahan pada Jepang dan menjadi inspirasi bagi pemimpin Jepang. 
Seorang guru yang juga berpengaruh di Asia terutama Cina, Jepang dan Korea adalah Konfusius. Seorang filsuf, pemikir dan pendidik dari tanah Cina, lahir di Shandong 551 SM. Jika kita pernah menonton film Confucius (2010) maka kita akan melihat scene dimana seorang murid rela mati hanya untuk mengambil parkamen, catatan-catatan sang guru yang dianggap lebih penting dari nyawanya. Konfusius menanamkan kecintaan terhadap ilmu kepada murid-muridnya. Salah satu analek konfusius yang terkenal yaitu “Buku itu adalah seperti gudang berisi emas”. Konfusius adalah invisible teacher, karena hanya mempelajari analeknya saja dapat mempengaruhi negara-negara yang sekarang menjadi penguasa Asia. Kemudian ajaran konfusius dijadikan ajaran yang tak berhenti diajarkan di Cina, Jepang dan Korea.
Muhammad SAW, adalah seorang guru besar bagi umat muslim. Michael Hart penulis 100 orang paling berpengaruh di dunia menjadikan Muhammad SAW sebagai nomor satu orang yang paling berpengaruh. Jika Yoshida menjadi inspirasi tokoh-tokoh Restorasi Meiji, Konfusius menjadi ajaran wajib Cina, Jepang dan Korea, maka Muhammad SAW adalah tokoh yang menginspirasi dunia. Muhammad adalah guru yang mengajar dengan keteladanan. Muhammad SAW adalah guru yang sangat mencintai ilmu. Dia bahkan menyuruh umat Islam belajar hingga ke negeri Cina.
 Cina adalah peradaban tertua dan sejarahnya paling maju di dunia. Oleh karena itu, Muhammad SAW menyuruh pengikutnya untuk tidak hanya berdiam diri ditanah Arab tetapi menjelajahi dunia dan belajar. Menyerap ilmunya. Berkat Muhammad SAW, umat Islam menjadi besar dan tidak lagi bodoh. Bahkan Islam pernah menjadi peradaban paling maju yang menginspirasi kebangkitan Eropa (Laksono, 2009). Orang-orang Islam terus belajar dengan  menjadikan Muhammad sebagai teladan dalam mencintai ilmu dan semangat dalam mencarinya.  
Teacher is a king. Guru adalah raja, paling tidak guru adalah raja di kelas. Raja bagi murid-muridnya. Namun guru bukanlah dewa yang selalu benar dan murid bukanlah kerbau (Soe Hok Gie, 1942-1969). Guru tidak bisa menjadi diktator layaknya Hitler. Karena belajar bukan hanya dari guru ke siswa. Belajar adalah individual sense-making. Belajar adalah creating knowledge with others. Itulah yang diungkapkan oleh Watkins dkk, dalam buku Effective Learning in the Classroom (2007). Layaknya seorang Raja yang ingin membuat negaranya sejahtera maka kepiawaian Raja harus dapat membuat rakyat mandiri sehingga bangsa yang dipimpin berkembang.  Dan begitu juga seorang guru di kelas yang harus piawai membuat murid-muridnya mandiri dalam memperoleh pengetahuan. Dengan menciptakan suasana penuh semangat, bahagia tanpa tekanan dalam belajar. Mengajarkan bahwa ilmu tak hanya dari seorang guru, semangat mencarinya dan keinginan untuk menjadi generasi unggul yang bermanfaat adalah nilai yang lebih tinggi dari skor 100 atau nilai A.
Oleh karena itu, guru harus mendidik muridnya untuk terbuka pada ilmu yang lebih luas bukan hanya terfokus pada guru yang mengajar dikelas. Guru terkadang harus menjadi seorang yang tak terlihat. Seperti Raja yang tak semua rakyat dapat melihatnya, namun mereka tetap terus berusaha bersama untuk mensejahterakan negeri. Untuk itu Raja harus berpikir bagaimana mempertahankan loyalitas rakyat agar terus meningkatkan diri memajukan bangsanya. Begitu halnya dengan guru, harus dapat membuat muridnya tetap belajar meskipun tanpa kehadiran bimbingan darinya. Karena belajar bukan satu arah, guru ke siswa. Tetapi belajar dapat dilakukan dimana saja, kapanpun dan bersama apapun dan siapapun. Karena ilmu tidak terbatas.
Seorang invisible teacher adalah pendidik yang memberi bekas mendalam meskipun dia tidak dalam keadaan mengajar. Guru yang menjadi motor bagi murid-muridnya untuk tetap menggali ilmu meskipun sang guru mendampingi. Selain itu, menjadi Invisible teacher juga harus terus dan mau memperbaiki diri dengan meningkatkan kualiatas ilmu dan cara mengajarnya. Dia harus menjadi teladan bagi murid-muridnya. Visinya bukan hanya mentrasfer ilmu yang ia miliki tetapi juga membuat anak didik dapat mengembangkan ilmu yang ditransfer. Bahkan lebih hebat dari gurunya.
Sejarah Indonesia juga mencatat banyak invisible teachers. Mulai dari Ki Hajar Dewantara, Bapak pendidikan Nasional, Kartini dengan pendapatnya mengenai pentingnya pendidikan dan penyerapan teknologi Barat, BJ Habibi dan banyak lagi yang bisa kita ambil contoh. Seperti Yoshida yang penuh dengan keingitahuan, Kofusisus yang mengajarkan untuk lebih harmoni dan Muhammad Saw, sang teladan sejati adalah invisible teachers. Guru sepanjang masa yang ajarannya tak terlupakan. Menjadi guru teladan yang memberi semangat dan inspirasi untuk memperoleh ilmu yang lebih luas, meskipun tanpa harus ada sang guru. 

SAAT GURU MENJADI IDOLA


Saat ini guru menjadi topik yang paling seru untuk dibicarakan. Guru menjadi tema utama dalam rubrik di media massa. Ditambah lagi seminar-seminar pendidikan yang mengangkat tema tentang guru. Mulai dari profesionalitas, cara mengajar, bahkan universitas yang menyediakan fakultas keguruan menjadi serbuan. Selain itu, berita tentang demo yang dilakukan oleh guru juga menjadi berita hangat. Tak pelak, saat ini guru menjadi idola.
Apakah karena gaji besar yang dijanjikan? Atau pekerjaan yang memuliakan? Profesi guru menjadi salah satu yang diinginkan dan dicita-citakan oleh anak-anak muda saat ini. Bahkan, banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi guru. Hal ini terbukti, dari minat yang tinggi terhadap fakultas keguruan.
Namun sayang, saat guru menjadi idola ada sesuatu yang hilang. Prioritas menjadi guru hanyalah sebagai pekerjaan yang mudah didapat dan dapat  memberi gaji menjanjikan apalagi jika guru tersebut lulus sertifikasi profesi guru. Sebagaimana yang diungkapan oleh Anis Baswedan, pencetus Gerakan Indonesia Mengajar dalam dialog bersama Desi Anwar di salah satu televisi swasta (7/7/2012) “A teacher must be role model.  We don’t fight to get a job but we do fight to do this job”.  Keteladanan adalah hal yang mulai terkikis ketika guru bekerja hanya untuk uang. Pendapatan menjadikan profesi guru hanyalah sebatas pekerjaan untuk menyampaikan materi dari buku, memberi tugas dan nilai. Esensi utama seorang guru yaitu mendidik dengan keteladanan dinomor duakan.
Pendidikan berbasis karakter, sebuah  kebijakan Kementrian Pendidikan Nasional pada tahun 2011 diharapkan dapat menjadi tonggak dalam membangun karakter anak bangsa dan terwujudnya Indonesia Emas 2025. Pendidikan karakter ini dijabarkan dalam enam pilar karakter yang terdiri dari trustworthiness (kepercayaan), Respect (Respek), Responsibility (Tanggungjawab), Fairness (Keadilan), Caring (Peduli), Citizenship (Kewarganegaraan). Keenam pilar yang akan lebih mudah dibangun jika telah berdiri tegak dalam diri sang guru.
Saat guru menjadi idola maka guru adalah panutan. Guru akan digugu dan ditiru. Guru bukan hanya simbol pendidikan yang mentransfer ilmu dalam kelas. Lebih dari itu, guru harus mengalahkan ketenaran idola yang diidolakan para muridnya. Tapi sayangnya di Indonesia, guru tidak menjadi idola. Mirisnya, ada sebuah julukan bagi guru yaitu the killer. Guru adalah monster yang menakutkan. Peran idola lebih kini disandang oleh boys dan girls band, artis, aktor dan smeua yang tampil dalam kotak persegi empat yang disebut televisi.             Thomas L. Friedman menuliskan sebuah perbandingan antara anak-anak Cina dengan Amerika dalam tulisannya The World is Flat (2006) “saat ini di Cina, Bill Gates adalah Britney Spears. Di Amerika, Britneys Spears adalah Britney Spears, dan itulah masalah kita”. Kepedulian Friedman terhadap generasi di Amerika, seharusnya menyadarkan kita bagaimana keadaan anak-anak di Indonesia. Kecintaan anak-anak pada hiburan saat ini tampak lebih besar daripada kecintaan mereka pada ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, mutu pendidikan di Indonesia tidak akan meningkat secara signifikan. Berbeda halnya dengan Cina yang saat ini meroket menyaingi Amerika.
Contoh nyata dari keteladanan tampak dari guru terhebat Muhammad Saw. Sebagaimana yang tercantum dalam terjemahan  Q.S Al-Ahzab: 21 yang berbunyi “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik…”. Rasulullah, sosok guru yang pengaruhnya dapat dirasakan hingga saat ini. Keteladanannya tidak hanya dicontoh oleh pengikut pada masanya tetapi juga diikut oleh orang-orang yang menjadikannya idola hingga saat ini. Hal ini membuktikan teladan dari guru adalah pilar paling utama sebelum enam pilar karakter tersebut. Pengaruh teladan yang tampak dari seorang guru dapat lebih mudah diterima daripada karakter yang hanya diajar lewat teori dari buku.
            Mengidolakan diri bagi guru bukanlah hal mudah disaat idola-idola dunia hiburan menjadi sebuah euphoria bagi anak-anak Indonesia. Anak-anak Indonesia lebih senang mendengarkan lagu-lagu popular seperti lagu Pop, K-Pop, Rock yang dinyanyikan idola mereka dari pada penjelasan guru mereka. Bahkan mereka tak segan berdandan ala sang idola. Cita-cita ingin jadi boysband atau girlsband, artis, aktor telah terframe kuat dalam pikiran mereka.
            Tetapi bukanlah tidak mungkin bagi guru untuk menjadi idola. Hanya diperlukan kerja keras, kreatifitas dan semangat untuk menjadi idola. Guru harus mengembalikan fitrah asli sebagai guru yaitu menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Berjuang dengan sungguh-sungguh dalam mendidik, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan tanpa tekanan dan menjadi idola yang pantas untuk ditiru oleh anak-anak didiknya. 
            My teacher is my idol. Guruku idolaku. Saatnya guru menjadi idola. Idola yang selalu ditunggu kedatangannya untuk mengajar. Idola yang di gugu dan ditiru. Idola yang membawa Indonesia menjadi negara terdepan yang siap menyaingi negara maju di dunia. Saat guru menjadi idola maka bukan tidak mungkin Indonesia emas 2025 akan terwujud.

Saturday, April 7, 2012

Me in My Dreamworld


Bibir ini kembali merekah. Tersenyum indah. Disinari cahaya yang masuk melalui sela-sela jendela. Tetes demi tetes keringat jatuh karena panasnya matahari. Namun, hal itu tak mengurungkan niatku untuk terus bermimpi. Mengkreasikan hidup diduniaku. Dunia milikku. Aku pemeran utamanya disini. Terserah kata mereka. Mereka mau bilang jangan mimpi disiang bolong, bodohnya jadi penghayal, jangan meraih yang tidak pasti, sadar bahwa dunia tak seindah khayalan. Whatever. Karena duniaku indah, duniaku adalah milikku.
            Tinggi, putih dan bersih. Dia datang menghampiriku. Duduk disampingku dan berkata “It’s a nice day, isn’t it?”
            “Yup, a nice and beautiful day” Jawabku.
            “James.” Katanya memperkenalkan diri.
            “Ayu, nice to meet you.”
            “You too” Ujar James tersenyum. “What do you do?”
            “I am a student. How about you ?”
            James hanya tersenyum seolah menyembunyikan identitasnya. James berdiri, merentangkan kedua lengannya dan menghirup udara segar pagi hari.
            Byuuaaar. James, menghilang. Yang terdengar hanyalah suara ibu memanggil. “Ayu…Ayu…, cuci piring!”
            “Illusion, again” keluhku. Duniaku hilang…hilang karena suara Ibu. Dengan malas aku bangkit dari tempat tidur dan menuju dapur. Cuci piring.
                                                            *****

            Mimpi itu indah. Namun seringkali orangtuaku marah, marah karena aku harus bangun. Bangun dari mimpiku. Dan hidup didunia nyata yang menyakitkan dan menyebalkan. Dunia nyata, dimana penuh dengan persaingan. Yang hebat yang menang. Tapi, Aku benci itu. Benci jika hidup harus biasa-biasa saja. Karena aku yakin kesuksesan seperti Bill Gates, Henry Ford, and James Watt adalah punya impian.
            “Kita harus realistis. Jangan mimpi terlalu tinggi entar kalo jatu sakit” celetuk Ariya, temanku.
            “Tapi mimpi membuat kita hidup” protesku.
            “Mimpi itu hanya membuat kita berharap, sedangkan hidup itu keras dimana kita harus berjuang untuk hidup” jelas arya.
            “Apakah salah kalau kita punya mimpi dalam hidup ini”
            “Ngga. Asalkan yang real aja.”
            “Real? Maksudnya?”
            “Mimpi yang dapat kita capai. Contohnya ketika tamat dari sini, kita jadi pegawai negeri. Setelah itu menikah dan hidup bahagia bersama anak dan suami kita. Itu mimpi.”
            “O…..” jawabku malas-malasan.
            “Mangnya apa mimpimu?”
            “Mimpiku adalah melanjutkan kuliah diluar negeri. Aku ingin jadi pembicara disetiap ajang seminar dan workshop. Menjadi guru yang disayangi murid, menjadi motivator bagi semua orang dan menikah dengan bule” ceritaku.
            “Hahahaha…” tawa Arya meledak. “Kawin dengan bule, mau memperbaiki keturunan?”
            Arya hanya menggubris pernyataan terakhirku menikah dengan bule. Arya pikir aku pasti gila, ingin kawin dengan bule makanya tertawa begitu lepas.
            “Lucu ya?” ujarku sambil menatap tajam kearah Arya.
            “Ya iyalah lucu. Apakah kamu tau setiap muslimah itu pasti bermimpi ingin menikah dengan laki-laki soleh yang dapat dijadiin imam dan alhamdulillah kalo suaminya ganteng dan tajir. Dan kamu, yu? Menikah dengan bule?”
            “Memang ga boleh?”
            “Bukan gak boleh, mustahil aja. Apalagi rata-rata bule itu non muslim. Apa lo mau nikah dengan laki-laki bukan Islam. Udah deh yang realistis aja, ngga usah muluk-muluk.” Kata Arya.
            “muluk-muluk?” kataku pelan.
****
            Indonesia adalah Negara kaya bahkan sangat kaya. Tetapi malangnya untuk belajar saja kami harus menyeret bangku dan bersempit-sempit riya. Aku heran, habis kemana sih biaya yang kami keluarkan? Kalau dalam ruangan yang luasnya sekitar 6x6 meter harus diisi 75 mahasiswa. Bagaimana Indonesia bisa advance, udah belajar dalam ruangan yang padat ditambah lagi mahasiswa yang statusnya agent of change ngga serius belajar. Ada yang facebookan, sms, ngerumpi dan berbagai macam aktifitas yang menghancurkan konsentrasi belajar. Pantas kalo Indonesia banyak hutang, toh generasi mudanya macam beginian.
            Daripada mikirkan calon-calon intelek Indonesia lebih baik aku kembali dalam duniaku. Dunia milikku. Aku mulai berpikir, kali ini tentang motivasi. Melihat kawan-kawanku tak serius belajar aku berkesimpulan mereka pasti orang biasa, yang ingin hidup biasa. Tanpa motivasi untuk hidup lebih baik. Entahlah, apakah mereka merasa hebat hanya sebagai penikmat. Mengekor pada barat bukannya belajar untuk menjadi hebat seperti barat layaknya Jepang dan Korea Selatan. Jepang di akui karena kehebatannya dalam teknologi sedangkan Korea Selatan diakui dunia karena pelayanan umum terbaik. Dan kini cina, yang produknya membanjiri Indonesia. Bagaimana dengan Indonesia?
            Oleh karena itu, aku senang hidup diduniaku. Karena ketika aku hidup dalam duniaku, aku ingin menjadi Bill Gates, aku ingin menjadi Henry ford, aku ingin menjadi seperti orang-orang sukses didunia. Namun, Idola utamaku tetap Muhammad, karena tak ada yang sehebat beliau didunia ini, yang rela disiksa demi umatnya. Mimpi Rasulullah hanya 1, islam jaya dimuka bumi.
            Muhammad saw, Bill Gates, Henry Ford dan orang-orang hebat dan sukses adalah pemimpi-pemimpi besar. Mereka tak mungkin bisa menjadi hebat tanpa mimpi. Spekulasi yang bagus. Bicara tentang mimpi, mengingat orang-orang hebat membuatku semakn yakin ingin hidup diduniaku. Tanpa peduli kata orang tua, kakak dan teman-temanku. Bahwa mimpi harus yang muluk-muluk.
*****
            “Selamat, anda telah sampai di tahap wawancara. Tahap ini adalah tahap penentuan, karena dari sekian ribu pelamar hanya seratus yang samapai ditahap ini dan akan dipilih 20 sebagai penerima beasiswa.” Ujar penguji beasiswa didepanku.
            “Terima kasih, pak.” Jawabku.
            “Apa motivasi anda meng-apply beasiswa ini?” Tanyanya.
            “Dream.”
            Penguji itu terdiam, mungkin aneh mendengar jawabanku. Aku tahu dia pasti berpikir aku aneh, ataupun dia berpikir aku adalah orang yang bertele-tele. Terbukti dengan pertanyaan selanjutnya “Cuma itu.”
            “Itu yang pertama dan yang kedua adalah aku ingin menjadi motivasi buat murid-muridku. Aku ingin membuktikan bahwa ilmu tidak harus berakhir dibangku sekolah.”
            “Maksud anda?”
            “Life long learning.”
            “Oh..itukan bisa Anda dapatkan dimana saja bukan dibeasiswa ini.”
            “Memang benar pak. Tapi aku mengenal istilah learn and study dari bahasa inggris dan aku ingin belajar dinegeri asal muasal kata ini berasal. Pasti mereka punya alasan mengapa ada learn dan study.”
            Aku melihat kepusingan di wajah penguji itu. Apakah dia pusing dengan jawabanku atau he got my point. Tapi kali ini yang kutahu hanya pasrah, karena yang harus kulakukan kali ini tinggalah tawakal. 

Friday, March 30, 2012

LIFE

If you know life is so beautiful
I’m sure you can’t stop enjoying it
If you know life is so colourful
I’m sure you can paint the beautiful rainbow on it
But if you know it is temporary
And life is not always that you expect
You can’t stop complaining how is it like
Sometimes life is black and white
Sometimes life is grey
Won’t you run from it?
The path we through in is not always straight
The way we have is not always flat
Life is like a wave on the ocean
Sometimes big and high
Sometime small and quite
But behind this, there is a beautiful view
That’s a life we never know how’s life is
We only live and do the best we can
For create a better life we have

Ketika Penat Menyapa

Ladang yang kita garap tak selamanya baik
Tanaman dapat tumbuh subur dan berbuah indah
Terkadang kita harus turun diladang tandus
Membuka lahan dengan banyak hama menyerang
Penatpun dating membuat  semangat kadang pudar
Beban semakin meninggi dan hasil yang diharap
Tak kunjung hadir, meski usaha tak berhenti
Penatpun semakin menyapa dan kadang memaksa
Berhentilah jika kau tak mampu bertahan
Berpikirlah sejenak dan cari udara segar
Penat tak bisa dipaksa dengan semangat membara
Karena bukan buah yang manis dan ranum kau dapatkan
Tetapi buah kekecewaan yang mengarahkan kehancuran
Ketika penat menyapa jangan kau balas dengan keluhan
Balaslah dengan senyuman dan kebijakan
Katakan pada penat “Aku berhenti tapi aku akan kembali”
Pastikan pada penat bahwa ini hanya sejenak
Mungkin saat ini aku gagal dan ladang ini masih gersang
Tapi nanti saat aku kembali
Akan kubawa bibit dan alat terbaik
Untuk menggarap ladang ini kembali